Bismillah....

Sudah 2 dekad aku
berperang untuk keharuman syurga abadi, namun makin kuhitung semakin takut dan malu rasanya untuk aku mangadap-Nya di sana kelak. Kerana tidak terbalas rasanya nikmat yang kuterima dari-Nya, perlindungan yang tak pernah gagal menyelamatkan aku dari kesengsaraan, petunjuk yang maha kaya lagi menusuk hati nuraniku...dan rezeki...
Rezeki yang terbesarku adalah anak ku sendiri. Lahirnya permata hatiku ini telah membuktikan keajaiban kejadian makhluk tuhan, yang membuat aku selalu terpesona dengan ketelitian dalam ciptaan-Nya, dan membuatkan aku tersentuh dengan kasih sayang tautan seorang anak hanya dengan melihat mata suci bersihnya dan gengaman tangan kecilnya.
Pengalaman sebagai seorang ibu yang ku tempuhi, membuatkan aku semakin merasai kasih sayang ibuku sendiri dan semakin aku mengerti kasih sayang Allah pada makhluk ciptaan-Nya. Sesungguhnya Allah itu maha pengasih dan penyayang, dan kini aku mengerti....
Perjalanan masih jauh walaupun masa cepat berlalu. Walaupun tidak kecukupan waktu dalam kehidupan seharian,tapi kematangan diri dalam menghadapi hari selalu dilupakan. Jika dihitungkan hari2, tahun2 yang berlalu..yang telah mengambil 2 dekad umurku..
...aku bagaikan masih anak kecil dalam mematangkan diri berhadapan dengan musuh ketatku, iaitu nafsuku dan bisikan makhluk tuhan yang bermusuh dgn keturuan Adam.
Selalu tewas dalam percaturan yang akhirnya merugikan diri sendiri, tapi mujurlah hati ini selalu sandarkan kekecewaan pada yang Esa. Tiada yang lebih menenangkan bila aku sandarkan segala perasaan sedihku, amarahku, malasku hanya kepada-Nya.
Selalu tewas dalam percaturan yang akhirnya merugikan diri sendiri, tapi mujurlah hati ini selalu sandarkan kekecewaan pada yang Esa. Tiada yang lebih menenangkan bila aku sandarkan segala perasaan sedihku, amarahku, malasku hanya kepada-Nya.
Selaluku dambakan perlindungan dari-Nya untuk setiap..
...kelukaan mahupun kegembiraan. Kerana hati ini mudah terleka hingga aku tidak menyedari arah kiblat hidupku yang sebenar.
Sedangkan musuhku bagaikan semakin pintar mencari jalan agar aku selalu tewas kecundang, dengan pelbagai alasan dan bisikan yang ditiupkan.
Semakin tinggi perasaanku mencari keredhaan dalam ketentuan, semakin rancak bisikannya mencari ruang untuk aku berpaling dari-Nya.
Sudah sebulan kita melangkah ke tahun baru hijrah, dan aku masih cuba untuk berdiri melawan badai yang tidak akan pernah putus untuk merebahkan aku ke lembah yang gelap.
Sedangkan musuhku bagaikan semakin pintar mencari jalan agar aku selalu tewas kecundang, dengan pelbagai alasan dan bisikan yang ditiupkan.
Semakin tinggi perasaanku mencari keredhaan dalam ketentuan, semakin rancak bisikannya mencari ruang untuk aku berpaling dari-Nya.
Sudah sebulan kita melangkah ke tahun baru hijrah, dan aku masih cuba untuk berdiri melawan badai yang tidak akan pernah putus untuk merebahkan aku ke lembah yang gelap.
Sudah 2 dekad aku
Rezeki yang terbesarku adalah anak ku sendiri. Lahirnya permata hatiku ini telah membuktikan keajaiban kejadian makhluk tuhan, yang membuat aku selalu terpesona dengan ketelitian dalam ciptaan-Nya, dan membuatkan aku tersentuh dengan kasih sayang tautan seorang anak hanya dengan melihat mata suci bersihnya dan gengaman tangan kecilnya.
Pengalaman sebagai seorang ibu yang ku tempuhi, membuatkan aku semakin merasai kasih sayang ibuku sendiri dan semakin aku mengerti kasih sayang Allah pada makhluk ciptaan-Nya. Sesungguhnya Allah itu maha pengasih dan penyayang, dan kini aku mengerti....