I am soo not in the mood to work today, been listening to my fav mp3 list over and over with my to do list still unmarked with done. Hey..it’s Monday…nuthin you can do with the blues…hahaha
Last 3 weeks, I went to HK for a work trip and I brought along my lil princess with me, could not leave her in KL crying for milk as she is still on exclusive breastfeed and most of all…could not bear being apart from her for a week. And so I brought my hubby to baby-sit.
I had never being to HK before but it is not totally out of imagination for us when we arrived in Lantau on Monday night. The city just like any big city with big billboard and side by side skyscrapers commercial building and most… I mean most like 90% of the population is commuting via MRT, bus or ferry to go to work, shopping or sightseeing. We’ve tried both, MRT and ferry and it is quite convenient and user friendly. It only took us 10 minutes to go from mainland to Hong Kong with fare ticket of HKD 2.50 which is much expensive compared to taxi fare, HKD 77.90 for a ride from my hotel in Tsim Tsa Shui to the office in Wan Chai. During 10 minutes in the ferry mesmerized us with panorama view along the Victoria harbour and opposite side.
At night, after the meeting we went out to explore HK by visiting Mong Kok, Stanley streets and Templer Streets via MRT. My daughter sleeps very well on the carrier and gives some exercise to my hubby carried 7kg cute girl while walking like 1.5kilo for a window shopping at the night market..hihihi..he sweat even in chilly weather.
We took many pictures for digital souvenir to ourselves and best view is by the Victoria Harbour at night and jetty at day. On the last day of the trip, we need to check out at 12pm and the flight is at 5pm, so we went to Caravan road to find souvenir shop which my hubby had aim, he said that the owner of the shop is nice uncle, who could offer cheaper price compared to others shop…and on the way looking for the shop with no map (we left our map in hotel room) we found another Stanley streets small signboard heading to aisle in old building and got myself 2 pretty silk bag for my mom and mother in law. ..still we could not find “the uncle shop” and almost lost in the middle of Hart Avenue and Prat Avenue and clock is ticking for we need to get back to hotel to take our baggage and one hours ride to airport.
Luckily, we didn’t get panic and with some sixth sense of GPS in our head we manage to find the shop and right after bought some t-shirt and antique mirror we stop at Kowloon mosque to pray Jamak Zuhur and Asar before head straight to hotel to take our baggage and took a taxi to airport. I plan to give some tips to the bell boy but dunno how should I hand it to him as we are quite rushing. There goes another chance not giving tips to bell boy. Once was on the first day check in, “shy-shy cat” to hand the tip to the bell boy who brought out baggage from taxi to the room...
Two weeks after back from HK, my princess got high fever and pediatricians said that she had infection in her throat which coz the fever, I suspected the infection is due to air pollution during our trip in HK, by taking the quote from first doctor in ICU “yesterday my daughter told me the PSI is 500 in HK..” why the doctor tell me this? coz, we updated him that we just back from there and it so happen that he is PR from HK… and now my lil princess just recover and had got her crawling steps…cahyokk adriana
April 12, 2010
January 9, 2010
baru kini ku mengerti
Bismillah....

Sudah 2 dekad aku
berperang untuk keharuman syurga abadi, namun makin kuhitung semakin takut dan malu rasanya untuk aku mangadap-Nya di sana kelak. Kerana tidak terbalas rasanya nikmat yang kuterima dari-Nya, perlindungan yang tak pernah gagal menyelamatkan aku dari kesengsaraan, petunjuk yang maha kaya lagi menusuk hati nuraniku...dan rezeki...
Rezeki yang terbesarku adalah anak ku sendiri. Lahirnya permata hatiku ini telah membuktikan keajaiban kejadian makhluk tuhan, yang membuat aku selalu terpesona dengan ketelitian dalam ciptaan-Nya, dan membuatkan aku tersentuh dengan kasih sayang tautan seorang anak hanya dengan melihat mata suci bersihnya dan gengaman tangan kecilnya.
Pengalaman sebagai seorang ibu yang ku tempuhi, membuatkan aku semakin merasai kasih sayang ibuku sendiri dan semakin aku mengerti kasih sayang Allah pada makhluk ciptaan-Nya. Sesungguhnya Allah itu maha pengasih dan penyayang, dan kini aku mengerti....
Perjalanan masih jauh walaupun masa cepat berlalu. Walaupun tidak kecukupan waktu dalam kehidupan seharian,tapi kematangan diri dalam menghadapi hari selalu dilupakan. Jika dihitungkan hari2, tahun2 yang berlalu..yang telah mengambil 2 dekad umurku..
...aku bagaikan masih anak kecil dalam mematangkan diri berhadapan dengan musuh ketatku, iaitu nafsuku dan bisikan makhluk tuhan yang bermusuh dgn keturuan Adam.
Selalu tewas dalam percaturan yang akhirnya merugikan diri sendiri, tapi mujurlah hati ini selalu sandarkan kekecewaan pada yang Esa. Tiada yang lebih menenangkan bila aku sandarkan segala perasaan sedihku, amarahku, malasku hanya kepada-Nya.
Selalu tewas dalam percaturan yang akhirnya merugikan diri sendiri, tapi mujurlah hati ini selalu sandarkan kekecewaan pada yang Esa. Tiada yang lebih menenangkan bila aku sandarkan segala perasaan sedihku, amarahku, malasku hanya kepada-Nya.
Selaluku dambakan perlindungan dari-Nya untuk setiap..
...kelukaan mahupun kegembiraan. Kerana hati ini mudah terleka hingga aku tidak menyedari arah kiblat hidupku yang sebenar.
Sedangkan musuhku bagaikan semakin pintar mencari jalan agar aku selalu tewas kecundang, dengan pelbagai alasan dan bisikan yang ditiupkan.
Semakin tinggi perasaanku mencari keredhaan dalam ketentuan, semakin rancak bisikannya mencari ruang untuk aku berpaling dari-Nya.
Sudah sebulan kita melangkah ke tahun baru hijrah, dan aku masih cuba untuk berdiri melawan badai yang tidak akan pernah putus untuk merebahkan aku ke lembah yang gelap.
Sedangkan musuhku bagaikan semakin pintar mencari jalan agar aku selalu tewas kecundang, dengan pelbagai alasan dan bisikan yang ditiupkan.
Semakin tinggi perasaanku mencari keredhaan dalam ketentuan, semakin rancak bisikannya mencari ruang untuk aku berpaling dari-Nya.
Sudah sebulan kita melangkah ke tahun baru hijrah, dan aku masih cuba untuk berdiri melawan badai yang tidak akan pernah putus untuk merebahkan aku ke lembah yang gelap.
Sudah 2 dekad aku
Rezeki yang terbesarku adalah anak ku sendiri. Lahirnya permata hatiku ini telah membuktikan keajaiban kejadian makhluk tuhan, yang membuat aku selalu terpesona dengan ketelitian dalam ciptaan-Nya, dan membuatkan aku tersentuh dengan kasih sayang tautan seorang anak hanya dengan melihat mata suci bersihnya dan gengaman tangan kecilnya.
Pengalaman sebagai seorang ibu yang ku tempuhi, membuatkan aku semakin merasai kasih sayang ibuku sendiri dan semakin aku mengerti kasih sayang Allah pada makhluk ciptaan-Nya. Sesungguhnya Allah itu maha pengasih dan penyayang, dan kini aku mengerti....
Subscribe to:
Posts (Atom)